Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Senin, 18 Mei 2026

Kenapa Membaca Buku Terasa Berat?‎
 
Membaca buku terasa berat dikarenakan manfaatnya tidak langsung dirasakan oleh pembaca. Sebenarnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah memberikan solusinya:
 
1.  Yaitu dengan cara sharing (berbagi). Dengan demikian, manfaat dari membaca sudah datang di waktu yang sama. Jadi, engkau akan terus semangat untuk menambah wawasan karena engkau senang untuk membagikan ilmu tersebut.
 
Simpelnya: Bisa jadi engkau tidak mengambil manfaat dari apa yang engkau baca, karena engkau sudah tahu ilmunya. Namun, kemungkinan besar orang lain belum mendengarnya. Maka sampaikan saja. Dan ada kebahagiaan sendiri ketika kita bisa menjadi solusi bagi orang yang tidak memiliki ilmu.
 
Maka dari itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan orang yang langsung sharing ilmu:
 
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَأَدَّاهَا
 
"Semoga Allah mencerahkan (merahmati) seseorang yang mendengar ucapanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya." (HR. Tirmidzi (No. 2658), Abu Dawud (No. 3660), dan Ahmad (4/80). Dinilai sahih oleh para ulama)
 
Bisa jadi, orang yang menyimak ilmu dari kita adalah sosok yang jauh lebih cerdas. Ilmu yang kita bagikan kemudian dianalisis olehnya, lalu ia kembangkan hingga mendatangkan kemanfaatan yang jauh lebih luas daripada apa yang kita pahami saat ini.
 
Sebagai ilustrasi, ketika kita mengetahui satu hadits dan hanya mampu menyimpulkan 5 faedah darinya, lalu kita menyampaikannya kepada orang lain, bisa jadi orang tersebut mampu menggali hingga 20 faedah dari hadits yang sama. Ketika ia mengamalkan serta membagikan kembali hadits dan faedah-faedah tersebut kepada orang banyak, aliran pahala jariyah atas setiap amal kebaikan mereka akan senantiasa mengalir pula kepada kita.
 
Maka, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:"

فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه
 
“Bisa jadi pembawa ilmu, ia menyampaikan kepada orang yang lebih cerdas darinya” (HR. Abu Daud 3660)
 
2. Atau manfaat itu akan terasa, jika kita mencatat atau membuat ringkasan dari buku yang kita baca. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
 
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

"Ikatlah ilmu dengan mencatat." (HR. Al-Hakim (1/106) dan Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Taqyid al-'Ilm. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah (No. 2026).
 
Dan ternyata, tidak dipungkiri bahwa orang yang hobi menulis, dia akan memiliki hapalan yang kuat. Karena menulis membuat otaknya berkembang dan terasah. Ini manfaat yang sangat besar sekali bagi para pembaca.
 
Dengan cara ini, seorang pembaca akan merasakan langsung manfaat membaca dan mencari wawasan baru. Maka tidak dipungkiri, jika para guru hobi membaca buku kemudian membuat ringkasannya, karena ia akan tertuntut untuk membagi ilmu kepada muridnya. Sehingga orang yang paling kuat ilmunya adalah para guru, kenapa? Karena mereka rajin membaca dan menulis kemudian menyebarkanyya.
 
Namun, sangat disayangkan jika gurunya adalah seorang yang malas membaca, maka apa yang hendak ia bagikan? Bukankah pepatah mengatakan:
 
فَاقِدُ الشَّيْءِ لَا يُعْطِي
 
"Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberi."
 
Semoga bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyina Muhammad.
 
Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry adalah seorang penuntut ilmu dan pengkaji islam, serta mudir atau pimpinan ponpes Imam Al-Albani, Prabumulih, Sumsel. Keseharian beliau adalah mengajar dan berdakwah di jalan Allah. Beliau menghabiskan waktu paginya dengan mengajar para santri dan menghabiskan waktu malam dengan berdakwah lepas di berbagai masjid..

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Me

Adress

Ma'had Imam Al-Albani, Prabumulih, Sumsel

Phone number

+62 89520172737 (Admin 'Lia')

Website

www.abdurrahmanalamiry.com