Kenapa Membaca Buku Terasa Berat?
Membaca buku terasa berat dikarenakan manfaatnya tidak
langsung dirasakan oleh pembaca. Sebenarnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi
Wasallam sudah memberikan solusinya:
1. Yaitu
dengan cara sharing (berbagi). Dengan demikian, manfaat dari membaca
sudah datang di waktu yang sama. Jadi, engkau akan terus semangat untuk
menambah wawasan karena engkau senang untuk membagikan ilmu tersebut.
Simpelnya: Bisa jadi engkau tidak mengambil manfaat dari
apa yang engkau baca, karena engkau sudah tahu ilmunya. Namun, kemungkinan
besar orang lain belum mendengarnya. Maka sampaikan saja. Dan ada kebahagiaan
sendiri ketika kita bisa menjadi solusi bagi orang yang tidak memiliki ilmu.
Maka dari itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
bersabda tentang keutamaan orang yang langsung sharing ilmu:
نَضَّرَ
اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَأَدَّاهَا
"Semoga Allah mencerahkan (merahmati) seseorang yang
mendengar ucapanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan
menyampaikannya." (HR. Tirmidzi (No. 2658), Abu Dawud (No. 3660), dan
Ahmad (4/80). Dinilai sahih oleh para ulama)
Bisa jadi,
orang yang menyimak ilmu dari kita adalah sosok yang jauh lebih cerdas. Ilmu
yang kita bagikan kemudian dianalisis olehnya, lalu ia kembangkan hingga
mendatangkan kemanfaatan yang jauh lebih luas daripada apa yang kita pahami
saat ini.
Sebagai
ilustrasi, ketika kita mengetahui satu hadits dan hanya mampu menyimpulkan 5
faedah darinya, lalu kita menyampaikannya kepada orang lain, bisa jadi orang
tersebut mampu menggali hingga 20 faedah dari hadits yang sama. Ketika ia
mengamalkan serta membagikan kembali hadits dan faedah-faedah tersebut kepada
orang banyak, aliran pahala jariyah atas setiap amal kebaikan mereka akan
senantiasa mengalir pula kepada kita.
Maka, jangan
pernah menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam:"
فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه
فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه
“Bisa
jadi pembawa ilmu, ia menyampaikan kepada orang yang lebih cerdas darinya” (HR.
Abu Daud 3660)
2. Atau manfaat itu akan terasa, jika kita
mencatat atau membuat ringkasan dari buku yang kita baca. Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wasallam bersabda:
قَيِّدُوا
الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
"Ikatlah ilmu dengan mencatat." (HR. Al-Hakim (1/106) dan Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Taqyid al-'Ilm. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah (No. 2026).
Dan ternyata, tidak dipungkiri bahwa orang yang hobi menulis, dia akan memiliki hapalan yang kuat. Karena menulis membuat otaknya berkembang dan terasah. Ini manfaat yang sangat besar sekali bagi para pembaca.
Dengan cara ini, seorang pembaca akan merasakan langsung
manfaat membaca dan mencari wawasan baru. Maka tidak dipungkiri, jika para guru
hobi membaca buku kemudian membuat ringkasannya, karena ia akan tertuntut untuk membagi ilmu kepada muridnya. Sehingga orang yang paling kuat ilmunya adalah para guru, kenapa? Karena mereka rajin membaca dan menulis kemudian menyebarkanyya.
Namun, sangat disayangkan jika gurunya adalah seorang yang malas membaca, maka
apa yang hendak ia bagikan? Bukankah pepatah mengatakan:
فَاقِدُ
الشَّيْءِ لَا يُعْطِي
"Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa
memberi."
Semoga bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyina
Muhammad.
Abdurrahman Al-Amiry

0 komentar:
Posting Komentar