Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Abdurrahman Al-Amiry

Siapa Abdurrahman Al-Amiry?

Abdurrahman Al-Amiry adalah seorang penuntut ilmu dan pengkaji islam, serta mudir atau pimpinan ponpes Imam Al-Albani, Prabumulih, Sumsel. Keseharian beliau adalah mengajar dan berdakwah di jalan Allah. Beliau menghabiskan waktu paginya dengan mengajar para santri dan menghabiskan waktu malam dengan berdakwah lepas di berbagai masjid.

My project
Dakwah Dan Kajian Rutin

Selalu menyebarkan dakwah di setiap waktunya, baik pagi, siang, ataupun malam dengan meminta bantuan dan pertolongan dari Alla azza wa jalla.

Perubahan Kepada Yang Lebih Baik

Selalu melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar agar masyarakat menjadi ummat yang jauh lebih baik sesuai tuntunan dan ajaran Rasulullah.

Makalah Ilmiah

Membuat artikel ilmiah berkenaan masalah agama islam, baik mengenai akidah, fiqh, hadits, ataupun materi-materi agama lainnya.

Update Ilmu Agama

Melakukan update setiap waktunya dengan share postingan setiap hari di Media sosial ataupun grup whatsapp.

Peningkatan Kualitas Konten

Abdurrahmanalamiry.com akan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas konten baik makalah ilmiah ataupun video kajian.

Video Kajian

Al-Amiry TV akan selalu mengupload kajian rutin setiap harinya di berbagai channel milik ustadz Abdurrahman Al-Amiry.

Recent Works

Kenapa Membaca Buku Terasa Berat?‎

 
Membaca buku terasa berat dikarenakan manfaatnya tidak langsung dirasakan oleh pembaca. Sebenarnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah memberikan solusinya:
 
1.  Yaitu dengan cara sharing (berbagi). Dengan demikian, manfaat dari membaca sudah datang di waktu yang sama. Jadi, engkau akan terus semangat untuk menambah wawasan karena engkau senang untuk membagikan ilmu tersebut.
 
Simpelnya: Bisa jadi engkau tidak mengambil manfaat dari apa yang engkau baca, karena engkau sudah tahu ilmunya. Namun, kemungkinan besar orang lain belum mendengarnya. Maka sampaikan saja. Dan ada kebahagiaan sendiri ketika kita bisa menjadi solusi bagi orang yang tidak memiliki ilmu.
 
Maka dari itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan orang yang langsung sharing ilmu:
 
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَأَدَّاهَا
 
"Semoga Allah mencerahkan (merahmati) seseorang yang mendengar ucapanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya." (HR. Tirmidzi (No. 2658), Abu Dawud (No. 3660), dan Ahmad (4/80). Dinilai sahih oleh para ulama)
 
Bisa jadi, orang yang menyimak ilmu dari kita adalah sosok yang jauh lebih cerdas. Ilmu yang kita bagikan kemudian dianalisis olehnya, lalu ia kembangkan hingga mendatangkan kemanfaatan yang jauh lebih luas daripada apa yang kita pahami saat ini.
 
Sebagai ilustrasi, ketika kita mengetahui satu hadits dan hanya mampu menyimpulkan 5 faedah darinya, lalu kita menyampaikannya kepada orang lain, bisa jadi orang tersebut mampu menggali hingga 20 faedah dari hadits yang sama. Ketika ia mengamalkan serta membagikan kembali hadits dan faedah-faedah tersebut kepada orang banyak, aliran pahala jariyah atas setiap amal kebaikan mereka akan senantiasa mengalir pula kepada kita.
 
Maka, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:"

فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه
 
“Bisa jadi pembawa ilmu, ia menyampaikan kepada orang yang lebih cerdas darinya” (HR. Abu Daud 3660)
 
2. Atau manfaat itu akan terasa, jika kita mencatat atau membuat ringkasan dari buku yang kita baca. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
 
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

"Ikatlah ilmu dengan mencatat." (HR. Al-Hakim (1/106) dan Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Taqyid al-'Ilm. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah (No. 2026).
 
Dan ternyata, tidak dipungkiri bahwa orang yang hobi menulis, dia akan memiliki hapalan yang kuat. Karena menulis membuat otaknya berkembang dan terasah. Ini manfaat yang sangat besar sekali bagi para pembaca.
 
Dengan cara ini, seorang pembaca akan merasakan langsung manfaat membaca dan mencari wawasan baru. Maka tidak dipungkiri, jika para guru hobi membaca buku kemudian membuat ringkasannya, karena ia akan tertuntut untuk membagi ilmu kepada muridnya. Sehingga orang yang paling kuat ilmunya adalah para guru, kenapa? Karena mereka rajin membaca dan menulis kemudian menyebarkanyya.
 
Namun, sangat disayangkan jika gurunya adalah seorang yang malas membaca, maka apa yang hendak ia bagikan? Bukankah pepatah mengatakan:
 
فَاقِدُ الشَّيْءِ لَا يُعْطِي
 
"Orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberi."
 
Semoga bermanfaat. Wa shallallahu alaa nabiyyina Muhammad.
 
Abdurrahman Al-Amiry

03. Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa' (Penyakit Dan Obatnya) [Daurah Kitab Lampung]

 


Kekuatan Doa Saat Menghadapi Kesulitan dan Gundah Gulana (Lanjutan Kajian Kitab Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa')

Kajian kitab "Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa'" karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah kali ini membahas secara spesifik mengenai kekuatan doa dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup dan rasa gundah gulana. Kajian ini diadakan pada waktu yang tidak biasa, yaitu setelah shalat Ashar, menunjukkan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk menuntut ilmu ([00:14]).

Ustadz mengawali dengan menjelaskan salah satu doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau mengalami pusing dan gundah-gulana, yaitu dengan mengangkat kepala ke langit dan mengucapkan "Ya Hayyu ya Qayyum" (Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri). Doa ini merupakan obat yang ampuh bagi penyakit fisik maupun pikiran yang sedang penat ([02:29]). Dalam doa lainnya, "Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan), terkandung pelajaran mengenai tawasul yang disyariatkan (masyru'), yaitu bertawasul dengan nama dan sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([04:26]).

Selanjutnya, dibahas mengenai hakikat ujian hidup yang pasti akan dialami oleh setiap mukmin, sebagai cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosa mereka ([21:57]). Beberapa doa yang diajarkan oleh para nabi ketika menghadapi kesulitan juga dipaparkan, seperti doa Nabi Musa Alaihissalam dan doa yang diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu ([25:50], [26:56]). Salah satu doa yang paling komprehensif untuk menghilangkan kesedihan dan kegundahan juga dijelaskan secara rinci, di mana di dalamnya terkandung pengakuan akan keesaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan permohonan agar Al-Qur'an dijadikan sebagai penyejuk hati ([30:28]).

Kisah menakjubkan dari seorang sahabat bernama Abu Muallaq al-Anshari Radhiyallahu Anhu yang diselamatkan dari perampok berkat doanya yang tulus menjadi bukti nyata bahwa doa orang yang berada dalam kondisi terdesak (mutar) sangat mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([39:44], [56:26]). Terakhir, Ustadz meluruskan pemahaman mengenai hubungan antara doa dan takdir. Doa bukanlah sesuatu yang menentang takdir, melainkan bagian dari takdir itu sendiri. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menetapkan segala sesuatu beserta sebab-sebabnya, dan doa adalah salah satu sebab terkuat untuk meraih apa yang diinginkan dan menolak apa yang tidak disukai ([01:07:05]). Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sangat memahami konsep ini, sehingga mereka begitu bersemangat dalam berdoa sekaligus berikhtiar ([01:21:16]).

Faidah-Faidah Lengkap dan Detail Beserta Waktunya:

1.     Doa Saat Kesulitan dan Gundah-Gulana:

o   Ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengalami pusing atau rasa gundah-gulana, beliau akan mengangkat kepalanya ke langit dan berdoa dengan sungguh-sungguh, salah satunya dengan mengucapkan "Ya Hayyu ya Qayyum" (Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri). Doa ini dapat menjadi obat bagi penyakit fisik maupun pikiran yang sedang penat ([02:29]).

2.     Tawasul yang Disyariatkan (Masyru'):

o   Doa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, "Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan), menunjukkan contoh tawasul yang disyariatkan, yaitu bertawasul (mengambil perantara) dengan nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([04:26]).

o   Tawasul terbagi menjadi tiga jenis: tawasul masyru' (disyariatkan, seperti dengan nama Allah, amal saleh, atau meminta doa orang saleh yang masih hidup), tawasul bid’i (bidah, seperti tawasul dengan kedudukan nabi), dan tawasul syirki (syirik, seperti meminta kepada orang yang sudah meninggal). Penting untuk memahami perbedaan ini agar tidak terjerumus pada kesyirikan ([04:57]).

3.     Ujian Hidup dan Perlindungan dari Tetangga Buruk:

o   Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menghadapi ujian hidup yang sangat berat, dan umatnya pun pasti akan diuji oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kesabaran adalah kunci dalam menghadapi segala cobaan, termasuk ujian dari tetangga yang berakhlak buruk ([06:35]).

o   Terdapat doa khusus untuk memohon perlindungan dari tetangga yang buruk: "Allahumma inni a'udzubika min jaris su'" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang berakhlak buruk) ([07:29]).

4.     Hikmah di Balik Musibah dan Sakit:

o   Musibah dan ujian adalah cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosa seorang mukmin. Bahkan duri kecil yang menusuk kaki pun dapat menjadi sebab terhapusnya dosa ([21:57]).

o   Saat sakit, seorang mukmin harus senantiasa optimis. Jika ia meninggal dalam keadaan sakitnya, ia akan mendapatkan pahala syahid (tergantung jenis penyakitnya dan kesabarannya). Jika ia sembuh, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([22:40]).

o   Ketika menjenguk orang sakit atau bertakziah, hendaknya selalu mengucapkan hal-hal yang baik dan mendoakan kebaikan, karena malaikat akan mengamini setiap ucapan yang keluar dari lisan kita ([24:30]).

5.     Doa-doa Para Nabi Saat Menghadapi Kesulitan:

o   Nabi Musa Alaihissalam mengajarkan doa yang bisa dihafal dan diamalkan saat menghadapi kesulitan: "La ilaha illallahul azimul halim, la ilaha illallah rabbul arsyil azim, la ilaha illallah rabbus samawati saba' wa rabbul ardi wa rabbul arsyil karim." ([25:50]).

o   Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebuah doa saat menghadapi kesulitan: "La ilaha illallahul halimul karim, subhanallahi wa tabarakallahu rabbul arsyil azim, walhamdulillahi rabbil alamin." ([26:56]).

6.     Jumlah Nama-Nama Allah (Asmaul Husna) Lebih dari 99:

o   Jumlah nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang baik (Asmaul Husna) tidak hanya terbatas pada 99 nama, tetapi lebih banyak dari itu dan hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mengetahui jumlah pastinya. Angka 99 merujuk pada nama-nama yang disebutkan secara khusus dalam hadis, namun masih banyak nama-nama lain yang disembunyikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam ilmu gaib-Nya ([28:15]).

7.     Doa Penghilang Kesedihan dan Gundah yang Komprehensif:

o   Terdapat doa yang sangat agung yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menghilangkan kesedihan dan kegundahan: "Allahumma inni abduk, ibnu abdika, ibnu amatika, nasiibi biyadika, madhin fi hukmuka, 'adlun fi qadha'uka. As'aluka bikulli ismin huwa laka sammayta bihi nafsaka aw anzaltahu fi kitabika aw 'allamtahu ahadan min khalqika aw ista'tharta bihi fi 'ilmil ghaibi 'indaka an taj'alal Qur'ana rabial qalbi, wa nura sadri, wa jala'a huzni, wa dzahaba hammi." (Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku padaku. Ketetapan-Mu adil padaku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penghilang kegelisahanku). Barangsiapa membaca doa ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menghilangkan kesedihannya dan menggantikannya dengan kebahagiaan ([30:28]).

o   Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk menghafal dan mempelajari doa penghilang kesedihan ini karena manfaatnya yang sangat besar ([36:55]).

8.     Manfaat Bertasbih Saat Ditimpa Musibah:

o   Para nabi senantiasa bertasbih (mengucapkan "Subhanallah") ketika mereka ditimpa musibah yang berat. Ucapan tasbih juga dianjurkan untuk diucapkan saat kita mendapatkan atau melihat sesuatu hal yang tidak disukai ([38:40]).

9.     Kisah Abu Muallaq al-Anshari dan Doa yang Dikabulkan Saat Terdesak:

o   Seorang pedagang yang juga ahli ibadah, Abu Muallaq al-Anshari Radhiyallahu Anhu, pernah dirampok dan diancam akan dibunuh. Ia meminta izin untuk melaksanakan salat empat rakaat terlebih dahulu. Dalam sujud terakhirnya, ia berdoa dengan doa yang sangat tulus: "Ya Wadud, Ya Wadud, Ya Dzal Arsyil Majid, Ya Fa'aalul lima yurid, As'aluka bi'izzatikal ladzi la yuram, wa mulkikal ladzi la yudham, wa binurika alladzi mala'a arkana arsyika, an takfiyani syarra hadzal lish. Ya Mughits, aghitsni." (Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, Wahai Pemilik 'Arsy yang Mulia, Wahai Dzat Yang Maha Melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tidak terkalahkan, dengan kerajaan-Mu yang tidak terampas, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi pilar-pilar 'Arsy-Mu, agar Engkau melindungiku dari kejahatan perampok ini. Wahai Dzat Yang Maha Penolong, tolonglah aku). Doa ini ia ulang sebanyak tiga kali, dan seketika itu juga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus seorang malaikat penunggang kuda untuk menolongnya dan membunuh perampok tersebut ([39:44]).

10.                        Pengabulan Doa Saat Kondisi Darurat (Mutar):

o   Doa orang yang berada dalam kondisi darurat atau sangat terdesak (mutar) lebih mudah untuk dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini karena dalam kondisi tersebut, seseorang akan berdoa dengan penuh kejujuran, kepasrahan, dan mengesampingkan segala bentuk kesyirikan. Bahkan jika yang berdoa adalah orang kafir, doanya bisa dikabulkan karena faktor keterdesakan ini ([56:26]).

o   Terkabulnya doa di sekitar kuburan orang-orang yang dianggap saleh bukanlah karena keramatnya kuburan tersebut, melainkan seringkali karena kondisi pemohon yang sedang sangat terdesak. Jangan menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah atau perayaan, karena hal tersebut dapat menjerumuskan pada kesyirikan ([01:00:51]).

11.                        Doa sebagai Senjata Mukmin dan Syarat Keefektifannya:

o   Doa dan permohonan perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala diibaratkan seperti sebuah senjata. Kekuatan senjata ini sangat bergantung pada tiga hal: kesempurnaan senjata itu sendiri (doa yang sesuai syariat), kekuatan orang yang memegangnya (keimanan dan keyakinan pemohon), dan tidak adanya penghalang (seperti dosa dan maksiat) ([01:04:28]).

12.                        Hubungan Antara Doa dengan Takdir:

o   Doa bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan takdir, melainkan merupakan bagian dari takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu sendiri. Takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala memang sudah ditetapkan, tetapi ditetapkan beserta sebab-sebabnya. Doa adalah salah satu sebab terkuat untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan menolak apa yang tidak disukai ([01:07:05]).

o   Terdapat takdir yang tercatat di lauhil mahfuz yang tidak akan pernah berubah, dan ada pula takdir yang dicatat oleh para malaikat (seperti rezeki, ajal, amal, dan nasib kebahagiaan/kesengsaraan) yang bisa berubah dengan sebab-sebab tertentu, seperti silaturahim yang dapat memanjangkan umur atau sedekah yang dapat menolak bala ([01:18:49]).

o   Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sangat memahami konsep ini, sehingga mereka begitu bersemangat dalam berdoa sekaligus berikhtiar karena mereka yakin bahwa takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala ditetapkan dengan sebab-sebabnya, dan doa adalah salah satu sebab yang sangat kuat ([01:21:16]).

Semoga rangkuman dan faidah-faidah ini memberikan manfaat yang besar.

02. Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa' (Penyakit Dan Obatnya) [Daurah Kitab Lampung]




Kekuatan Doa dan Sebab-Sebab Tidak Terkabulnya Doa (Lanjutan Kajian Kitab Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa')

Kajian ini merupakan kelanjutan dari kajian kitab "Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa'" karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah, yang masih berfokus pada pembahasan pengantar mengenai kekuatan doa dan faktor-faktor yang menyebabkan sebuah doa tidak dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([00:34], [01:09]).

Ustadz menjelaskan bahwa doa merupakan sebab yang paling kuat untuk menolak berbagai hal yang tidak disukai, seperti musibah, bala, dan ujian ([01:26]), sekaligus menjadi sebab terkuat untuk mendatangkan hal-hal yang diinginkan, seperti ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan harta yang berkah ([01:37]). Namun, terkadang doa tidak terkabul karena beberapa faktor, di antaranya: lemahnya doa itu sendiri (misalnya mengandung unsur permusuhan atau kezaliman), lemahnya hati orang yang berdoa (tidak khusyuk dan tidak fokus), serta adanya berbagai penghalang seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang haram, perbuatan zalim, noda-noda maksiat yang menutupi hati, kelalaian akibat syahwat, dan terlalu banyak senda gurau yang tidak bermanfaat ([02:03], [02:37], [04:36]).

Kajian ini menggarisbawahi bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman ([01:38:15]). Terdapat tiga kondisi doa dalam menghadapi musibah: doa lebih kuat dari musibah sehingga musibah tertolak; doa lebih lemah dari musibah namun dapat meringankannya; atau doa seimbang dengan musibah sehingga keduanya saling beradu ([01:41:09], [01:43:03], [01:43:31]). Untuk itu, bersungguh-sungguh dan merengek dalam berdoa sangat dianjurkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencintai hamba-Nya yang demikian ([01:59:34], [02:00:08]). Seseorang juga tidak boleh tergesa-gesa dalam menunggu terkabulnya doa ([02:27:07]).

Di akhir pembahasan, Ustadz memaparkan faktor-faktor penting yang dapat mempercepat terkabulnya doa, seperti kehadiran hati, berdoa di waktu-waktu mustajab, khusyuk, menghadap kiblat, dalam keadaan suci, mengangkat kedua tangan, memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi sebelum berdoa, bertawasul dengan cara yang syar'i, serta mendahului doa dengan sedekah ([02:38:07] - [02:48:48]). Selain itu, disebutkan pula beberapa doa yang mengandung Ismullahil A'zham (nama Allah yang paling agung) yang jika diucapkan, kemungkinan besar doa akan dikabulkan ([02:51:17]).

Faidah-Faidah Lengkap dan Detail Beserta Waktunya:

1.     Doa sebagai Sebab Terkuat dalam Kehidupan:

o   Doa adalah sebab terkuat untuk menolak hal-hal yang tidak disukai, seperti musibah, bala, dan berbagai macam ujian hidup ([01:26]).

o   Contohnya adalah Nabi Yusuf Alaihissalam yang berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari godaan perbuatan zina dengan ucapan "Ma'adzallah" (Aku berlindung kepada Allah) ([05:25], [07:08]).

o   Doa juga merupakan sebab terkuat untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan, seperti ilmu, rezeki, harta, dan kebaikan lainnya ([01:37], [09:53]).

o   Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk senantiasa berdoa, "Wa qul Rabbi zidni 'ilma" (Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu') ([01:10:17]).

o   Contoh doa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk seorang sahabat yang syahwatnya bergejolak: "Allahumma thahhir qalbah, wa hashshin farjah, waghfir dzanbah" (Ya Allah, sucikanlah hatinya, lindungilah kemaluannya, dan ampunilah dosa-dosanya). Setelah didoakan, keinginan sahabat tersebut untuk berzina hilang sama sekali ([08:57]).

2.     Sebab-Sebab Tidak Dikabulkannya Doa:

o   Lemahnya Doa Itu Sendiri: Doa tersebut mengandung hal-hal yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti doa untuk keburukan, kezaliman, atau permusuhan ([02:03]).

o   Lemahnya Hati dan Tidak Adanya Kekhusyukan: Hati yang tidak khusyuk, tidak fokus, dan lalai kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala saat berdoa menjadi salah satu sebab utama doa tidak dikabulkan. Contohnya adalah orang yang pikirannya melayang-layang saat sedang salat ([02:37], [02:57], [01:15:20]).

o   Adanya Penghalang (Mawani'): Beberapa penghalang terkabulnya doa antara lain: mengonsumsi makanan, minuman, dan pakaian dari sumber yang haram; berbuat zalim kepada sesama makhluk; adanya noda-noda maksiat yang menutupi hati; kelalaian yang disebabkan oleh syahwat; dan terlalu banyak melakukan senda gurau yang tidak bermanfaat ([04:36]).

3.     Dampak Buruk Mengonsumsi yang Haram:

o   Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Baik (At-Thayyib) dan hanya menerima hal-hal yang baik saja ([01:16:33]).

o   Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan orang-orang mukmin dan juga para rasul untuk senantiasa memakan makanan yang baik-baik (halal dan thayyib) ([01:17:18]).

o   Hadis tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, dalam keadaan kusut masai, lalu ia mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa "Ya Rabbi, Ya Rabbi", namun doanya tidak dikabulkan karena makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan gizinya berasal dari yang haram ([01:18:28]).

o   Kehidupan yang terasa sulit dan ditimpa banyak musibah bisa jadi disebabkan oleh seringnya mengonsumsi sesuatu yang haram, seperti dari hasil riba (pinjaman online, bank ribawi) ([01:23:25], [01:25:10]).

o   Kisah nyata seorang mantan kepala cabang bank ribawi yang keluarganya sering sakit-sakitan dan hartanya tidak berkah. Setelah ia keluar dari pekerjaan ribawi tersebut, hidupnya menjadi lebih tenang dan penuh berkah ([01:26:01]).

o   Daging yang tumbuh dari harta yang haram tidak akan masuk surga ([01:29:10]).

o   Kisah Bani Israil di masa lalu yang doanya tertolak karena tubuh mereka najis, tangan mereka telah menumpahkan darah, dan rumah mereka dipenuhi dengan makanan haram ([01:30:30]).

o   Hati yang kotor karena dipenuhi dengan maksiat dan dosa akan membuat doa sulit untuk dikabulkan ([01:36:35]).

4.     Doa sebagai Obat dan Senjata Orang Mukmin:

o   Doa adalah obat yang paling bermanfaat dan merupakan musuh utama bagi bala atau musibah ([01:37:45]).

o   Doa memiliki tiga fungsi dalam menghadapi musibah: menolak bala sebelum terjadi, menghilangkan bala yang sudah terjadi, atau meringankan musibah jika bala lebih kuat dari doa ([01:37:55]).

o   Doa adalah senjata bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam: "Ad-du'a'u silahu al-mukmin" (Doa adalah senjata orang mukmin) ([01:38:15], [01:39:09]).

o   Kewaspadaan tidak bisa menolak takdir, namun doa bisa bermanfaat untuk musibah yang sudah turun maupun yang belum turun ([01:44:25]).

o   Kemenangan fenomenal kaum Muslimin dalam Perang Badar adalah berkat doa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang sangat khusyuk ([01:45:36]), sedangkan kekalahan di awal Perang Uhud disebabkan oleh maksiat sebagian kaum Muslimin ([01:49:15]).

o   Doa dapat merubah takdir yang telah tercatat di lembaran catatan para malaikat ([01:55:26]).

o   Tidak ada yang dapat menambah umur seseorang kecuali perbuatan baik (ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala) ([01:57:04]).

o   Rezeki seseorang dapat terhalang karena dosa yang ia lakukan ([01:58:30]).

5.     Pentingnya Bersungguh-sungguh dan Yakin dalam Berdoa:

o   Bersungguh-sungguh atau merengek (al-ilhah) dalam berdoa adalah obat yang sangat bermanfaat ([01:59:34]). Allah Subhanahu Wa Ta'ala sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang merengek dalam berdoa ([02:00:08]).

o   Kisah Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu yang dikenal sebagai pribadi yang tegar namun mudah menangis ketika berada di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:01:08]).

o   Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([01:12:53]). Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak menyukai doa yang dipanjatkan dengan setengah-setengah atau tanpa keyakinan ([01:13:23]).

o   Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga Firdaus yang paling tinggi." Ini menunjukkan pentingnya memiliki cita-cita dan keyakinan yang tinggi dalam berdoa ([01:14:01]).

o   Jangan merasa lemah atau putus asa dalam berdoa, karena tidak ada seorang pun yang akan binasa selama ia masih mau berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:09:05]).

o   Curhat atau mengadulah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bukan kepada manusia ([02:10:11]).

o   Jangan tergesa-gesa dalam menunggu terkabulnya doa. Doa akan senantiasa dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dan tidak mengandung dosa atau pemutus tali silaturahim ([02:27:07]). Kisah Khabbab ibn al-Arat Radhiyallahu Anhu yang disiksa dengan kejam, namun Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam masih menegurnya karena terkesan tergesa-gesa dalam meminta pertolongan ([02:29:20]).

o   Cobaan ekonomi yang kita hadapi tidak seberat cobaan para sahabat, seperti Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang mengikat tiga batu di perutnya karena sangat lapar, sementara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengikat empat batu ([02:33:25], [02:36:16]).

6.     Faktor-faktor Penting Terkabulnya Doa:

1.                 Kehadiran hati dan konsentrasi penuh saat berdoa ([02:38:07]).

2.                 Berdoa pada waktu-waktu yang mustajab, seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, setelah selesai salat fardu, saat imam naik mimbar pada hari Jumat, dan di akhir waktu setelah Ashar pada hari Jumat ([02:38:33]).

3.                 Kekhusyukan hati dan merasa hancur serta hina diri di hadapan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:42:06]).

4.                 Menghadap ke arah kiblat ([02:42:47]).

5.                 Dalam kondisi suci dari hadas kecil dan besar (taharah) ([02:43:05]).

6.                 Mengangkat kedua tangan saat berdoa ([02:43:15]).

7.                 Memulai doa dengan memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, dan beristigfar atau bertaubat sebelum menyampaikan permohonan ([02:43:41]).

8.                 Bersungguh-sungguh dan merayu Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan penuh harapan dan rasa takut ([02:46:21]).

9.                 Bertawasul (menggunakan perantara) dengan cara yang syar'i, seperti bertawasul dengan nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang agung atau dengan amal saleh yang pernah dilakukan. Bukan tawasul yang bersifat bid'ah atau syirik ([02:46:35]).

10.            Mendahului doa dengan bersedekah ([02:48:48]).

7.     Doa-doa yang Mengandung Ismullahil A'zham (Nama Allah yang Paling Agung):

o   Doa yang mengandung Ismullahil A'zham sangat mungkin untuk dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:51:17]).

o   Doa pertama yang disebutkan: "Allahumma inni as'aluka bi anni asyhadu annaka Antallah, la ilaha illa Anta Al-Ahad Ash-Shamad Alladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad." ([02:51:59]).

o   Doa kedua yang disebutkan: "Allahumma inni as'aluka bi anna lakal hamd, la ilaha illa Anta, Al-Mannan, Badi'us samawati wal ard, Ya Dzal Jalali wal Ikram, Ya Hayyu Ya Qayyum." ([02:55:10]).

o   Ismullahil A'zham juga terdapat dalam dua ayat Al-Qur'an: Surah Al-Baqarah ayat 163 ("Wa ilahukum ilahun wahid, la ilaha illa Huwar Rahmanur Rahim") dan pembuka Surah Ali Imran ("Alif Lam Mim, Allahu la ilaha illa Huwal Hayyul Qayyum.") ([02:56:35]).

o   Perbedaan antara Ar-Rahman dan Ar-Rahim: Ar-Rahman adalah sifat rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang umum untuk seluruh makhluk (mukmin dan kafir) di dunia, sedangkan Ar-Rahim adalah sifat rahmat-Nya yang khusus untuk orang-orang beriman di akhirat kelak ([02:57:13]).

o   Dianjurkan untuk senantiasa mengucapkan "Ya Dzal Jalali wal Ikram" dalam berdoa ([03:00:13]).

8.     Hukum Berbohong:

o   Tidak boleh berbohong atas nama orang lain, bahkan untuk tujuan kebaikan, kecuali dalam tiga kondisi yang diperbolehkan oleh syariat:

1.     Suami berbohong kepada istrinya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga (bukan untuk menutupi perselingkuhan atau kezaliman) ([02:13:37]).

2.     Dalam kondisi perang (sebagai bentuk strategi atau tipu muslihat) ([02:14:18]).

3.     Untuk mendamaikan dua orang Muslim yang sedang bertengkar (ishlah) ([02:14:27]).

Semoga rangkuman dan faidah-faidah ini memberikan manfaat yang besar.

Contact Me

Adress

Ma'had Imam Al-Albani, Prabumulih, Sumsel

Phone number

+62 89520172737 (Admin 'Lia')

Website

www.abdurrahmanalamiry.com