فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه
"Ikatlah ilmu dengan mencatat." (HR. Al-Hakim (1/106) dan Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Taqyid al-'Ilm. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah (No. 2026).
Abdurrahman Al-Amiry adalah seorang penuntut ilmu dan pengkaji islam, serta mudir atau pimpinan ponpes Imam Al-Albani, Prabumulih, Sumsel. Keseharian beliau adalah mengajar dan berdakwah di jalan Allah. Beliau menghabiskan waktu paginya dengan mengajar para santri dan menghabiskan waktu malam dengan berdakwah lepas di berbagai masjid.
Selalu menyebarkan dakwah di setiap waktunya, baik pagi, siang, ataupun malam dengan meminta bantuan dan pertolongan dari Alla azza wa jalla.
Selalu melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar agar masyarakat menjadi ummat yang jauh lebih baik sesuai tuntunan dan ajaran Rasulullah.
Membuat artikel ilmiah berkenaan masalah agama islam, baik mengenai akidah, fiqh, hadits, ataupun materi-materi agama lainnya.
Melakukan update setiap waktunya dengan share postingan setiap hari di Media sosial ataupun grup whatsapp.
Abdurrahmanalamiry.com akan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas konten baik makalah ilmiah ataupun video kajian.
Al-Amiry TV akan selalu mengupload kajian rutin setiap harinya di berbagai channel milik ustadz Abdurrahman Al-Amiry.
Kajian Al-Amiry
Mei 18, 2026
Kajian kitab
"Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa'" karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Rahimahullah kali ini membahas secara spesifik mengenai kekuatan doa dalam
menghadapi berbagai kesulitan hidup dan rasa gundah gulana. Kajian ini diadakan
pada waktu yang tidak biasa, yaitu setelah shalat Ashar, menunjukkan pentingnya
memanfaatkan setiap kesempatan untuk menuntut ilmu ([00:14]).
Ustadz
mengawali dengan menjelaskan salah satu doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau mengalami pusing dan gundah-gulana,
yaitu dengan mengangkat kepala ke langit dan mengucapkan "Ya Hayyu ya
Qayyum" (Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri). Doa ini
merupakan obat yang ampuh bagi penyakit fisik maupun pikiran yang sedang penat
([02:29]). Dalam doa lainnya, "Ya Hayyu ya
Qayyum birahmatika astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri
Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan), terkandung pelajaran
mengenai tawasul yang disyariatkan (masyru'), yaitu bertawasul dengan
nama dan sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([04:26]).
Selanjutnya,
dibahas mengenai hakikat ujian hidup yang pasti akan dialami oleh setiap
mukmin, sebagai cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk mengangkat derajat dan
menghapus dosa-dosa mereka ([21:57]). Beberapa doa yang diajarkan oleh para
nabi ketika menghadapi kesulitan juga dipaparkan, seperti doa Nabi Musa
Alaihissalam dan doa yang diajarkan kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu
([25:50], [26:56]). Salah satu doa yang paling komprehensif
untuk menghilangkan kesedihan dan kegundahan juga dijelaskan secara rinci, di
mana di dalamnya terkandung pengakuan akan keesaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
dan permohonan agar Al-Qur'an dijadikan sebagai penyejuk hati ([30:28]).
Kisah
menakjubkan dari seorang sahabat bernama Abu Muallaq al-Anshari Radhiyallahu
Anhu yang diselamatkan dari perampok berkat doanya yang tulus menjadi bukti
nyata bahwa doa orang yang berada dalam kondisi terdesak (mutar) sangat
mudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([39:44], [56:26]). Terakhir, Ustadz meluruskan pemahaman
mengenai hubungan antara doa dan takdir. Doa bukanlah sesuatu yang menentang
takdir, melainkan bagian dari takdir itu sendiri. Allah Subhanahu Wa Ta'ala
telah menetapkan segala sesuatu beserta sebab-sebabnya, dan doa adalah salah
satu sebab terkuat untuk meraih apa yang diinginkan dan menolak apa yang tidak
disukai ([01:07:05]). Para sahabat
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sangat memahami konsep ini, sehingga
mereka begitu bersemangat dalam berdoa sekaligus berikhtiar ([01:21:16]).
Faidah-Faidah
Lengkap dan Detail Beserta Waktunya:
1.
Doa Saat Kesulitan dan Gundah-Gulana:
o Ketika Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam mengalami pusing atau rasa gundah-gulana, beliau
akan mengangkat kepalanya ke langit dan berdoa dengan sungguh-sungguh, salah
satunya dengan mengucapkan "Ya Hayyu ya Qayyum" (Wahai Zat Yang Maha Hidup
dan Maha Berdiri Sendiri). Doa ini dapat menjadi obat bagi penyakit fisik
maupun pikiran yang sedang penat ([02:29]).
2.
Tawasul yang Disyariatkan (Masyru'):
o Doa Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam, "Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika
astaghits" (Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan
rahmat-Mu aku memohon pertolongan), menunjukkan contoh tawasul yang
disyariatkan, yaitu bertawasul (mengambil perantara) dengan nama dan
sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([04:26]).
o Tawasul terbagi
menjadi tiga jenis: tawasul masyru' (disyariatkan, seperti dengan nama
Allah, amal saleh, atau meminta doa orang saleh yang masih hidup), tawasul bid’i
(bidah, seperti tawasul dengan kedudukan nabi), dan tawasul syirki
(syirik, seperti meminta kepada orang yang sudah meninggal). Penting untuk
memahami perbedaan ini agar tidak terjerumus pada kesyirikan ([04:57]).
3.
Ujian Hidup dan Perlindungan dari Tetangga Buruk:
o Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam menghadapi ujian hidup yang sangat berat, dan
umatnya pun pasti akan diuji oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kesabaran adalah
kunci dalam menghadapi segala cobaan, termasuk ujian dari tetangga yang
berakhlak buruk ([06:35]).
o Terdapat doa khusus
untuk memohon perlindungan dari tetangga yang buruk: "Allahumma inni
a'udzubika min jaris su'" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
tetangga yang berakhlak buruk) ([07:29]).
4.
Hikmah di Balik Musibah dan Sakit:
o Musibah dan ujian
adalah cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk mengangkat derajat dan menghapus
dosa-dosa seorang mukmin. Bahkan duri kecil yang menusuk kaki pun dapat menjadi
sebab terhapusnya dosa ([21:57]).
o Saat sakit, seorang
mukmin harus senantiasa optimis. Jika ia meninggal dalam keadaan sakitnya, ia
akan mendapatkan pahala syahid (tergantung jenis penyakitnya dan kesabarannya).
Jika ia sembuh, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala
([22:40]).
o Ketika menjenguk
orang sakit atau bertakziah, hendaknya selalu mengucapkan hal-hal yang baik dan
mendoakan kebaikan, karena malaikat akan mengamini setiap ucapan yang keluar
dari lisan kita ([24:30]).
5.
Doa-doa Para Nabi Saat Menghadapi Kesulitan:
o Nabi Musa
Alaihissalam mengajarkan doa yang bisa dihafal dan diamalkan saat menghadapi
kesulitan: "La ilaha illallahul azimul halim, la ilaha illallah rabbul
arsyil azim, la ilaha illallah rabbus samawati saba' wa rabbul ardi wa rabbul
arsyil karim." ([25:50]).
o Ali bin Abi Thalib
Radhiyallahu Anhu diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam
sebuah doa saat menghadapi kesulitan: "La ilaha illallahul halimul karim,
subhanallahi wa tabarakallahu rabbul arsyil azim, walhamdulillahi rabbil
alamin." ([26:56]).
6.
Jumlah Nama-Nama Allah (Asmaul Husna) Lebih dari 99:
o Jumlah nama-nama
Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang baik (Asmaul Husna) tidak hanya terbatas pada 99
nama, tetapi lebih banyak dari itu dan hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang
mengetahui jumlah pastinya. Angka 99 merujuk pada nama-nama yang disebutkan
secara khusus dalam hadis, namun masih banyak nama-nama lain yang disembunyikan
oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam ilmu gaib-Nya ([28:15]).
7.
Doa Penghilang Kesedihan dan Gundah yang Komprehensif:
o Terdapat doa yang
sangat agung yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam
untuk menghilangkan kesedihan dan kegundahan: "Allahumma inni abduk, ibnu
abdika, ibnu amatika, nasiibi biyadika, madhin fi hukmuka, 'adlun fi qadha'uka.
As'aluka bikulli ismin huwa laka sammayta bihi nafsaka aw anzaltahu fi kitabika
aw 'allamtahu ahadan min khalqika aw ista'tharta bihi fi 'ilmil ghaibi 'indaka
an taj'alal Qur'ana rabial qalbi, wa nura sadri, wa jala'a huzni, wa dzahaba
hammi." (Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba
laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu.
Hukum-Mu berlaku padaku. Ketetapan-Mu adil padaku. Aku memohon kepada-Mu dengan
segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau
Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari
makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau
menjadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelenyap
kesedihanku, dan penghilang kegelisahanku). Barangsiapa membaca doa ini, Allah
Subhanahu Wa Ta'ala akan menghilangkan kesedihannya dan menggantikannya dengan
kebahagiaan ([30:28]).
o Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk menghafal dan
mempelajari doa penghilang kesedihan ini karena manfaatnya yang sangat besar ([36:55]).
8.
Manfaat Bertasbih Saat Ditimpa Musibah:
o Para nabi senantiasa
bertasbih (mengucapkan "Subhanallah") ketika mereka ditimpa musibah
yang berat. Ucapan tasbih juga dianjurkan untuk diucapkan saat kita mendapatkan
atau melihat sesuatu hal yang tidak disukai ([38:40]).
9.
Kisah Abu Muallaq al-Anshari dan Doa yang Dikabulkan Saat
Terdesak:
o Seorang pedagang yang
juga ahli ibadah, Abu Muallaq al-Anshari Radhiyallahu Anhu, pernah dirampok dan
diancam akan dibunuh. Ia meminta izin untuk melaksanakan salat empat rakaat
terlebih dahulu. Dalam sujud terakhirnya, ia berdoa dengan doa yang sangat tulus:
"Ya Wadud, Ya Wadud, Ya Dzal Arsyil Majid, Ya Fa'aalul lima yurid,
As'aluka bi'izzatikal ladzi la yuram, wa mulkikal ladzi la yudham, wa binurika
alladzi mala'a arkana arsyika, an takfiyani syarra hadzal lish. Ya Mughits,
aghitsni." (Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih,
Wahai Pemilik 'Arsy yang Mulia, Wahai Dzat Yang Maha Melakukan apa yang
dikehendaki-Nya. Aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tidak
terkalahkan, dengan kerajaan-Mu yang tidak terampas, dan dengan cahaya-Mu yang
memenuhi pilar-pilar 'Arsy-Mu, agar Engkau melindungiku dari kejahatan perampok
ini. Wahai Dzat Yang Maha Penolong, tolonglah aku). Doa ini ia ulang sebanyak
tiga kali, dan seketika itu juga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus seorang
malaikat penunggang kuda untuk menolongnya dan membunuh perampok tersebut ([39:44]).
10.
Pengabulan Doa Saat Kondisi Darurat (Mutar):
o Doa orang yang berada
dalam kondisi darurat atau sangat terdesak (mutar) lebih mudah untuk
dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini karena dalam kondisi
tersebut, seseorang akan berdoa dengan penuh kejujuran, kepasrahan, dan
mengesampingkan segala bentuk kesyirikan. Bahkan jika yang berdoa adalah orang
kafir, doanya bisa dikabulkan karena faktor keterdesakan ini ([56:26]).
o Terkabulnya doa di
sekitar kuburan orang-orang yang dianggap saleh bukanlah karena keramatnya
kuburan tersebut, melainkan seringkali karena kondisi pemohon yang sedang
sangat terdesak. Jangan menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah atau perayaan,
karena hal tersebut dapat menjerumuskan pada kesyirikan ([01:00:51]).
11.
Doa sebagai Senjata Mukmin dan Syarat Keefektifannya:
o Doa dan permohonan
perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala diibaratkan seperti sebuah
senjata. Kekuatan senjata ini sangat bergantung pada tiga hal: kesempurnaan
senjata itu sendiri (doa yang sesuai syariat), kekuatan orang yang memegangnya
(keimanan dan keyakinan pemohon), dan tidak adanya penghalang (seperti dosa dan
maksiat) ([01:04:28]).
12.
Hubungan Antara Doa dengan Takdir:
o Doa bukanlah sesuatu
yang bertentangan dengan takdir, melainkan merupakan bagian dari takdir Allah
Subhanahu Wa Ta'ala itu sendiri. Takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala memang sudah
ditetapkan, tetapi ditetapkan beserta sebab-sebabnya. Doa adalah salah satu sebab
terkuat untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan menolak apa yang tidak
disukai ([01:07:05]).
o Terdapat takdir yang
tercatat di lauhil mahfuz yang tidak akan pernah berubah, dan ada pula
takdir yang dicatat oleh para malaikat (seperti rezeki, ajal, amal, dan nasib
kebahagiaan/kesengsaraan) yang bisa berubah dengan sebab-sebab tertentu,
seperti silaturahim yang dapat memanjangkan umur atau sedekah yang dapat
menolak bala ([01:18:49]).
o Para sahabat Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sangat memahami konsep ini, sehingga
mereka begitu bersemangat dalam berdoa sekaligus berikhtiar karena mereka yakin
bahwa takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala ditetapkan dengan sebab-sebabnya, dan
doa adalah salah satu sebab yang sangat kuat ([01:21:16]).
Semoga rangkuman dan faidah-faidah ini memberikan manfaat yang besar.
Kajian Al-Amiry
Juni 09, 2025
Kekuatan Doa dan Sebab-Sebab Tidak Terkabulnya Doa (Lanjutan Kajian Kitab Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa')
Kajian ini
merupakan kelanjutan dari kajian kitab "Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa'" karya
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah, yang masih berfokus pada pembahasan
pengantar mengenai kekuatan doa dan faktor-faktor yang menyebabkan sebuah doa
tidak dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([00:34], [01:09]).
Ustadz
menjelaskan bahwa doa merupakan sebab yang paling kuat untuk menolak berbagai
hal yang tidak disukai, seperti musibah, bala, dan ujian ([01:26]), sekaligus menjadi sebab terkuat untuk
mendatangkan hal-hal yang diinginkan, seperti ilmu yang bermanfaat, rezeki yang
halal, dan harta yang berkah ([01:37]). Namun, terkadang doa tidak terkabul
karena beberapa faktor, di antaranya: lemahnya doa itu sendiri (misalnya
mengandung unsur permusuhan atau kezaliman), lemahnya hati orang yang berdoa
(tidak khusyuk dan tidak fokus), serta adanya berbagai penghalang seperti
mengonsumsi makanan dan minuman yang haram, perbuatan zalim, noda-noda maksiat
yang menutupi hati, kelalaian akibat syahwat, dan terlalu banyak senda gurau
yang tidak bermanfaat ([02:03], [02:37], [04:36]).
Kajian ini
menggarisbawahi bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman ([01:38:15]). Terdapat tiga kondisi doa dalam
menghadapi musibah: doa lebih kuat dari musibah sehingga musibah tertolak; doa
lebih lemah dari musibah namun dapat meringankannya; atau doa seimbang dengan
musibah sehingga keduanya saling beradu ([01:41:09], [01:43:03], [01:43:31]). Untuk itu, bersungguh-sungguh dan
merengek dalam berdoa sangat dianjurkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala
mencintai hamba-Nya yang demikian ([01:59:34], [02:00:08]). Seseorang juga tidak boleh
tergesa-gesa dalam menunggu terkabulnya doa ([02:27:07]).
Di akhir
pembahasan, Ustadz memaparkan faktor-faktor penting yang dapat mempercepat
terkabulnya doa, seperti kehadiran hati, berdoa di waktu-waktu mustajab,
khusyuk, menghadap kiblat, dalam keadaan suci, mengangkat kedua tangan, memuji
Allah dan bershalawat kepada Nabi sebelum berdoa, bertawasul dengan cara yang
syar'i, serta mendahului doa dengan sedekah ([02:38:07] - [02:48:48]). Selain itu, disebutkan pula beberapa
doa yang mengandung Ismullahil A'zham (nama Allah yang paling agung)
yang jika diucapkan, kemungkinan besar doa akan dikabulkan ([02:51:17]).
Faidah-Faidah
Lengkap dan Detail Beserta Waktunya:
1.
Doa sebagai Sebab Terkuat dalam Kehidupan:
o Doa adalah sebab
terkuat untuk menolak hal-hal yang tidak disukai, seperti musibah, bala, dan
berbagai macam ujian hidup ([01:26]).
o Contohnya adalah Nabi
Yusuf Alaihissalam yang berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari godaan
perbuatan zina dengan ucapan "Ma'adzallah" (Aku berlindung kepada
Allah) ([05:25], [07:08]).
o Doa juga merupakan
sebab terkuat untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan, seperti ilmu,
rezeki, harta, dan kebaikan lainnya ([01:37], [09:53]).
o Allah Subhanahu Wa
Ta'ala memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk senantiasa
berdoa, "Wa qul Rabbi zidni 'ilma" (Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku,
tambahkanlah kepadaku ilmu') ([01:10:17]).
o Contoh doa Nabi
Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk seorang sahabat yang syahwatnya
bergejolak: "Allahumma thahhir qalbah, wa hashshin farjah, waghfir
dzanbah" (Ya Allah, sucikanlah hatinya, lindungilah kemaluannya, dan
ampunilah dosa-dosanya). Setelah didoakan, keinginan sahabat tersebut untuk
berzina hilang sama sekali ([08:57]).
2.
Sebab-Sebab Tidak Dikabulkannya Doa:
o Lemahnya Doa Itu
Sendiri: Doa tersebut
mengandung hal-hal yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti
doa untuk keburukan, kezaliman, atau permusuhan ([02:03]).
o Lemahnya Hati dan
Tidak Adanya Kekhusyukan:
Hati yang tidak khusyuk, tidak fokus, dan lalai kepada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala saat berdoa menjadi salah satu sebab utama doa tidak dikabulkan.
Contohnya adalah orang yang pikirannya melayang-layang saat sedang salat ([02:37], [02:57], [01:15:20]).
o Adanya Penghalang
(Mawani'): Beberapa
penghalang terkabulnya doa antara lain: mengonsumsi makanan, minuman, dan
pakaian dari sumber yang haram; berbuat zalim kepada sesama makhluk; adanya
noda-noda maksiat yang menutupi hati; kelalaian yang disebabkan oleh syahwat;
dan terlalu banyak melakukan senda gurau yang tidak bermanfaat ([04:36]).
3.
Dampak Buruk Mengonsumsi yang Haram:
o Allah Subhanahu Wa
Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Baik (At-Thayyib) dan hanya menerima hal-hal yang
baik saja ([01:16:33]).
o Allah Subhanahu Wa
Ta'ala memerintahkan orang-orang mukmin dan juga para rasul untuk senantiasa
memakan makanan yang baik-baik (halal dan thayyib) ([01:17:18]).
o Hadis tentang seorang
laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, dalam keadaan kusut masai, lalu ia
mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa "Ya Rabbi, Ya Rabbi",
namun doanya tidak dikabulkan karena makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya
haram, dan gizinya berasal dari yang haram ([01:18:28]).
o Kehidupan yang terasa
sulit dan ditimpa banyak musibah bisa jadi disebabkan oleh seringnya
mengonsumsi sesuatu yang haram, seperti dari hasil riba (pinjaman online, bank
ribawi) ([01:23:25], [01:25:10]).
o Kisah nyata seorang
mantan kepala cabang bank ribawi yang keluarganya sering sakit-sakitan dan
hartanya tidak berkah. Setelah ia keluar dari pekerjaan ribawi tersebut,
hidupnya menjadi lebih tenang dan penuh berkah ([01:26:01]).
o Daging yang tumbuh
dari harta yang haram tidak akan masuk surga ([01:29:10]).
o Kisah Bani Israil di
masa lalu yang doanya tertolak karena tubuh mereka najis, tangan mereka telah
menumpahkan darah, dan rumah mereka dipenuhi dengan makanan haram ([01:30:30]).
o Hati yang kotor
karena dipenuhi dengan maksiat dan dosa akan membuat doa sulit untuk dikabulkan
([01:36:35]).
4.
Doa sebagai Obat dan Senjata Orang Mukmin:
o Doa adalah obat yang
paling bermanfaat dan merupakan musuh utama bagi bala atau musibah ([01:37:45]).
o Doa memiliki tiga
fungsi dalam menghadapi musibah: menolak bala sebelum terjadi, menghilangkan
bala yang sudah terjadi, atau meringankan musibah jika bala lebih kuat dari doa
([01:37:55]).
o Doa adalah senjata
bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana hadis Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi Wasallam: "Ad-du'a'u silahu al-mukmin" (Doa adalah senjata
orang mukmin) ([01:38:15], [01:39:09]).
o Kewaspadaan tidak
bisa menolak takdir, namun doa bisa bermanfaat untuk musibah yang sudah turun
maupun yang belum turun ([01:44:25]).
o Kemenangan fenomenal
kaum Muslimin dalam Perang Badar adalah berkat doa Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi Wasallam yang sangat khusyuk ([01:45:36]), sedangkan kekalahan di awal Perang
Uhud disebabkan oleh maksiat sebagian kaum Muslimin ([01:49:15]).
o Doa dapat merubah
takdir yang telah tercatat di lembaran catatan para malaikat ([01:55:26]).
o Tidak ada yang dapat
menambah umur seseorang kecuali perbuatan baik (ketaatan kepada Allah Subhanahu
Wa Ta'ala) ([01:57:04]).
o Rezeki seseorang
dapat terhalang karena dosa yang ia lakukan ([01:58:30]).
5.
Pentingnya Bersungguh-sungguh dan Yakin dalam Berdoa:
o Bersungguh-sungguh
atau merengek (al-ilhah) dalam berdoa adalah obat yang sangat bermanfaat
([01:59:34]). Allah
Subhanahu Wa Ta'ala sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang merengek dalam berdoa
([02:00:08]).
o Kisah Umar bin
Khattab Radhiyallahu Anhu yang dikenal sebagai pribadi yang tegar namun mudah
menangis ketika berada di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:01:08]).
o Berdoalah dengan
penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa
Ta'ala ([01:12:53]). Allah
Subhanahu Wa Ta'ala tidak menyukai doa yang dipanjatkan dengan
setengah-setengah atau tanpa keyakinan ([01:13:23]).
o Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Jika kalian meminta kepada Allah,
maka mintalah surga Firdaus yang paling tinggi." Ini menunjukkan
pentingnya memiliki cita-cita dan keyakinan yang tinggi dalam berdoa ([01:14:01]).
o Jangan merasa lemah
atau putus asa dalam berdoa, karena tidak ada seorang pun yang akan binasa
selama ia masih mau berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:09:05]).
o Curhat atau
mengadulah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bukan kepada manusia ([02:10:11]).
o Jangan tergesa-gesa
dalam menunggu terkabulnya doa. Doa akan senantiasa dikabulkan selama tidak
tergesa-gesa dan tidak mengandung dosa atau pemutus tali silaturahim ([02:27:07]). Kisah Khabbab ibn al-Arat
Radhiyallahu Anhu yang disiksa dengan kejam, namun Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi Wasallam masih menegurnya karena terkesan tergesa-gesa dalam meminta
pertolongan ([02:29:20]).
o Cobaan ekonomi yang
kita hadapi tidak seberat cobaan para sahabat, seperti Abu Hurairah
Radhiyallahu Anhu yang mengikat tiga batu di perutnya karena sangat lapar,
sementara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengikat empat batu ([02:33:25], [02:36:16]).
6.
Faktor-faktor Penting Terkabulnya Doa:
1.
Kehadiran hati dan konsentrasi penuh saat berdoa ([02:38:07]).
2.
Berdoa pada waktu-waktu yang mustajab, seperti sepertiga
malam terakhir, antara adzan dan iqamah, setelah selesai salat fardu, saat imam
naik mimbar pada hari Jumat, dan di akhir waktu setelah Ashar pada hari Jumat
([02:38:33]).
3.
Kekhusyukan hati dan merasa hancur serta hina diri di
hadapan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:42:06]).
4.
Menghadap ke arah kiblat ([02:42:47]).
5.
Dalam kondisi suci dari hadas kecil dan besar (taharah) ([02:43:05]).
6.
Mengangkat kedua tangan saat berdoa ([02:43:15]).
7.
Memulai doa dengan memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, dan
beristigfar atau bertaubat sebelum menyampaikan permohonan ([02:43:41]).
8.
Bersungguh-sungguh dan merayu Allah Subhanahu Wa Ta'ala
dengan penuh harapan dan rasa takut ([02:46:21]).
9.
Bertawasul (menggunakan perantara) dengan cara yang syar'i,
seperti bertawasul dengan nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang agung atau
dengan amal saleh yang pernah dilakukan. Bukan tawasul yang bersifat bid'ah
atau syirik ([02:46:35]).
10.
Mendahului doa dengan bersedekah ([02:48:48]).
7.
Doa-doa yang Mengandung Ismullahil A'zham (Nama
Allah yang Paling Agung):
o Doa yang mengandung Ismullahil
A'zham sangat mungkin untuk dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala ([02:51:17]).
o Doa pertama yang
disebutkan: "Allahumma inni as'aluka bi anni asyhadu annaka Antallah, la
ilaha illa Anta Al-Ahad Ash-Shamad Alladzi lam yalid wa lam yulad wa lam
yakullahu kufuwan ahad." ([02:51:59]).
o Doa kedua yang
disebutkan: "Allahumma inni as'aluka bi anna lakal hamd, la ilaha illa
Anta, Al-Mannan, Badi'us samawati wal ard, Ya Dzal Jalali wal Ikram, Ya Hayyu
Ya Qayyum." ([02:55:10]).
o Ismullahil A'zham juga terdapat dalam dua ayat Al-Qur'an:
Surah Al-Baqarah ayat 163 ("Wa ilahukum ilahun wahid, la ilaha illa Huwar
Rahmanur Rahim") dan pembuka Surah Ali Imran ("Alif Lam Mim, Allahu
la ilaha illa Huwal Hayyul Qayyum.") ([02:56:35]).
o Perbedaan antara
Ar-Rahman dan Ar-Rahim: Ar-Rahman adalah sifat rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala
yang umum untuk seluruh makhluk (mukmin dan kafir) di dunia, sedangkan Ar-Rahim
adalah sifat rahmat-Nya yang khusus untuk orang-orang beriman di akhirat kelak
([02:57:13]).
o Dianjurkan untuk
senantiasa mengucapkan "Ya Dzal Jalali wal Ikram" dalam berdoa ([03:00:13]).
8.
Hukum Berbohong:
o Tidak boleh berbohong
atas nama orang lain, bahkan untuk tujuan kebaikan, kecuali dalam tiga kondisi
yang diperbolehkan oleh syariat:
1.
Suami berbohong kepada istrinya untuk menjaga keharmonisan
rumah tangga (bukan untuk menutupi perselingkuhan atau kezaliman) ([02:13:37]).
2.
Dalam kondisi perang (sebagai bentuk strategi atau tipu
muslihat) ([02:14:18]).
3.
Untuk mendamaikan dua orang Muslim yang sedang bertengkar
(ishlah) ([02:14:27]).
Semoga rangkuman dan faidah-faidah ini memberikan manfaat yang besar.
Kajian Al-Amiry
Juni 09, 2025
Ma'had Imam Al-Albani, Prabumulih, Sumsel
+62 89520172737 (Admin 'Lia')
www.abdurrahmanalamiry.com